Postingan

Analisis Masalah-Masalah Sosial Teks Drama Lit : Sebuah Analisis Teks Drama

Gambar
Analisis Masalah-Masalah Sosial Teks Drama Lit : Sebuah Analisis Teks Drama Pendahuluan Ada tiga jenis genre sastra, yaitu pertama prosa, puisi , dan drama. Prosa menjadi genre yang paling banyak mendapat apresiasisejak 2000-an. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya produksi karya sastra prosa (cerpen dan novel) yang kemudian difilmkan. Tidak hanya itu, prosa dapat dinikmati oleh semua orang, baik pekerja seni (sastra) maupun orang biasa kebanyakan . Begitu juga dengan puisi, produksinya banyak terlebih dengan media digital, penikmatnya pun bisa dari semua kalangan. Berbeda dengan drama, penerbitan teks drama dalam bentuk buku sangat jarang dilakukan. Hal ini disebabkan karena teks (naskah) drama hanya dinikmati terbatas oleh dramawan atau seniman teater untuk dipentaskan. Maka, justru teks-teks drama yang banyak beredar di kalangan tersebut justru dari fotokopian atau internet, bukan dari buku. Oleh karena terlalu masih sedikitnya apresiasi terhadap karya sastra teks sastra...

Bahasa Indonesia Terbuka Bahkan Kepada Kesalahan

Gambar
Salah satu sifat bahasa Indonesia seperti bahasa-bahasa lain adalah terbuka. Bahasa Indonesia termasuk salah satu bahasa yang masih muda. Sifat bahasa Indonesia ini sama dengan bahasa melayu. Bukankah buah jatuh tak jauh dari pohonnya.  Bahasa Indonesia yang menjadi saudara kandung bahasa Malaysia juga memiliki sifat dengan bahasa Melayu. Sama-sama terbuka. Bahasa Indonesia Terbuka Bahkan Kepada Kesalahan Sifat terbukanya bahasa Indonesia ini berlaku dalam segala segi. Dari segi penyerapan kata, dari segi kaidah tata bahasa, juga dari segi penggunaannya. Dari segi penyerapan kata, bahasa Indonesia karena sumbernya bahasa Melayu, juga lahap terhadap kata dan istilah asing hal ini karena jumlah istilah dan kata dalam bahasa melayu sangat sedikit. Bahasa yang diserap istilahnya dalam bahasa Indonesia antara lain bahasa Arab, Sanskerta, Tamil, Arab, Belanda, Portugis,   dan, Inggris, serta bahasa nusantara. Bahasa Sanskerta, Arab, dan Tamil masuk ke dalam bahasa Indonesia seiring ...

Kritik Sosial dalam Novel Padang Bulan Karya Andrea Hirata

Gambar
Kritik Sosial dalam Novel Padang Bulan Karya Andrea Hirata Andrea Hirata adalah penulis yang menjadi terkenal dengan karyanya fenomenal yaitu Laskar pelangi yang disusul dengan novel-novel selanjutnya. Meskipun banyak kecaman untuk Andrea Hirata dari para penulis dan sastrawan lain, hal itu tidak menyurutkan sebagian besar terhadapt karya-karya Andrea Hirata. Selain Tetralogi Laskar Pelangi yang meliputi Novel Laskar Pelangi, Novel Kedua Sang Pemimpi, dan Novel Ketiga Edensor yang menceritkan petualangan di berbagai negara serta novel terakhir dari tetralogi tersebut yang berjudul Maryamah Karpov, Andrea Hirata juga menulis novel-novel lain. Novel-novel yang ditulis Andrea Hirata Selanjutnya adalah Sebelas Patriot yang berkisah tentang pemain sepak bola di zaman Hindia Belanda yang juga tak lain adalah ayah ikal. Kemudian ada juga Novel Dwilogi Padang Bulan dan Cinta dalam Gelas yang bercerita tentang anak perempuan yang mencintai sangat mencintai pelajaran bahasa Inggris, serta seoran...

Padang Bulan: dari Pengajian sampai Lokalisasi

Gambar
Padang Bulan: dari Pengajian sampai Lokalisasi Judul tulisan ini mungkin tendensius, mungkin sensasional, atau mungkin juga menyulut dan menyebabkan emosional. Sebenarnya tulisan ini dibuat berdasarkan fakta sekaligus pengetahuan saya (yang sangat terbatas tentunya) mengenai Padang Bulan . Oleh karena besarnya kemungkinan salah paham, mohon untuk dibaca dengan seksama hingga selesai. Agar tidak terjadi dusta di antara saya dan anda. Padang Bulan adalah gabungan leksem / kata. Pertama adalah kata /padang/ dan kata /bulan/. Jika kita buka Kamus Besar Bahasa Indonesia kita akan menemukan kata padang yang bermakna tanah datar yang luas serta tidak ditumbuhi pohon. Kata tersebut juga bersinonim dengan lapangan (KBBI, 2008: 996). Kemudian jika kita bergeser ke depan dan membuka kata /bulan/ tepat halaman 219 KBBI Pusat Bahasa akan berjumpa dengan dua kata bulan . Kata bulan pertama memiliki dua makna yaitu benda langit yang mengitari bumi, bersinar pada malam hari karena pantulan sinar matar...

Prof Ayu Sutarto yang (Tak) Kukenal | Sebuah Obituari

Gambar
Prof Ayu Sutarto yang (Tak) Kukenal | Sebuah Obituari Mungkin tulisan ini tak layak disebut Obituari, atau saya sendiri yang tak pantas untuk menulis obituari tokoh sebesar Profesor Ayu Sutarto yang meninggal dunia pada Selasa, (1 Maret 2016). Pertama kali saya mengetahui berita kematian tersebut dari facebook. Akun Gress Publishing memosting foto Prof Ayu yang sedang membaca buku dengan catatan yang menarik: Yang lepas kembali # yang tinggal abadi. Sebelum tulisan itu akun tersebut mengucapkan selamat jalan. Judul tulisan ini sengaja ditulis (tak) karena memag saya tidak mengenal Guru Besar ini secara personal. Seingat saya, saya hanya pernah bertatap muka langsung dengan beliau hanya sekali, yaitu ketika beliau menaiki tangga gedung dekanat FKIP Universitas Jember. Sebagai mahasiswa yang (merasa) punya unggah-ungguh saya menyapa dengan tersenyum dan sedikit membungkukkan badan, beliau seperti biasa yang sering saya lihat dari kejauhan membalas tersenyum. Senyum yang lepas tidak dibua...

Budaya Melayu dalam Novel ‘Padang Bulan’ Karya Andrea Hirata (1)

Gambar
Budaya Melayu dalam Novel ‘Padang Bulan’ Karya Andrea Hirata (1) “Setiap karya dilahirkan tidak dalam kekosongan budaya” itu adalah kredo yang sering diucapkan oleh para kritikus sastra yang hendak menganalisis sebuah karya. Memang setiap karya sastra baik berupa puisi, prosa (cerpen dan novel), maupun drama, diciptakan oleh seorang pengarang yang memiliki latar belakang budaya. Yang dimaksud dengan budaya bukan berarti harus bertalian dengan keadaan tradisi yang tradisional. Latar belakang budaya dari seorang sastrawan atau penulis karya sastra bisa jadi yang tidak berkaitan dengan budaya tradisi. Seorang penulis akan menuangkan ide kreatifnya sesuai dengan apa yang diketahui. Jika penulis tersebut adalah orang Jawa maka latar budaya yang juga muncul dalam karya-karyanya adalah budaya Jawa. Begitu pula jika penulisnya berasal dari Madura, maka karya-karya pasti tidak jauh dari budaya Madura. Pun begitu dengan Andrea Hirata . Dia adalah orang anak melayu. Semua novel karyanya selalu be...

Budaya Melayu dalam Novel ‘Padang Bulan’ Karya Andrea Hirata (2)

Gambar
Budaya Melayu dalam Novel ‘Padang Bulan’ Karya Andrea Hirata (2) Orang Melayu Suka Berkomentar ..... Detektif M. Nur dan Moi Kiun pasti jadi bahan tertawaan. Orang Melayu gemar benar menertawakan  orang. (Novel Padang Bulan halaman 43). dari data di atas dapat diketahui bahwa  orang Melayu (versi Andrea Hirata) suka mengejek orang lain. Kutipan cerita di atas merupakan cuplikan kisah Detektif M. Nur yang sedang mencari gigi palsu milik suami Moi Kiun  yang dinyatakan hilang. Detektif M. Nur sedang berusaha keras menemukan gigi palsu tersebut hingga memanfaatkan jasa anjing pelacak. Pernyataan ini juga diperkuat dengan data berikut: Paman adalah tipikal orang Melayu. Senang sekali berkomentar ini-itu. .... (Novel Padang Bulan halaman 152). Orang Melayu Suka  Ngopi Tak jauh berbeda dengan orang Indonesia dari suku bangsa lain, orang Melayu dalam Novel Padang Bulan juga digambarkan sangat gemar cangkruk dan meminum kopi. Tentu hal ini sejalan dengan keberadaan Indonesia...